MERAUKE, beritaviralid.com – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Peternakan IPB berkolaborasi dengan Yonif TP 801/NAY dalam kegiatan pelatihan dan praktik pembuatan pakan fermentasi berbasis bahan lokal.
Kegiatan tersebut dilaksanakan baru-baru ini di lingkungan Yonif TP 801/NAY, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TEP Peternakan IPB dalam memperkenalkan inovasi pemanfaatan sumber daya lokal sebagai alternatif pakan ternak.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai konsep pakan fermentasi.
Tetapi juga terlibat secara langsung dalam proses pembuatan pakan dari tahap persiapan bahan hingga proses fermentasi.
Pakan fermentasi menjadi salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatasi keterbatasan ketersediaan pakan, terutama ketika hijauan sulit diperoleh.
Pemanfaatan bahan-bahan lokal juga menjadi peluang untuk mengurangi ketergantungan terhadap pakan dari luar sekaligus meningkatkan nilai guna sumber daya yang tersedia di sekitar masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot memberikan penjelasan mengenai prinsip dasar pembuatan pakan fermentasi, pemilihan bahan, proses pencampuran, pemberian bahan fermentasi, hingga teknik penyimpanan.
Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan pakan fermentasi sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis tetapi dapat diterapkan di lapangan.
Kolaborasi dengan Yonif TP 801/NAY menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilan berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman mengenai kondisi peternakan dan ketersediaan bahan pakan yang dapat dimanfaatkan di wilayah Merauke.
Letda Arya menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan pelatihan yang diberikan oleh Tim Ekspedisi Patriot.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat yang besar karena peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sekaligus memperoleh pengalaman praktik secara langsung.
“Kami sangat beruntung sekali dengan adanya kegiatan pelatihan pembuatan pakan fermentasi dari Tim Ekspedisi Patriot ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ungkapnya.
Mulai dari awal sampai dengan akhir kegiatan, kami mengikuti seluruh rangkaian dan tidak ada yang kami lewatkan, karena banyak ilmu dan praktik yang bisa kami pelajari secara langsung,” sambung Letda Arya.
Ia menambahkan, pengetahuan yang diberikan oleh Tim Ekspedisi Patriot tidak hanya sebatas teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktik yang dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.
Menurutnya, pemanfaatan bahan lokal sebagai pakan fermentasi menjadi pengetahuan baru yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
“Kedepannya kami berharap Tim Ekspedisi Patriot dapat berkunjung kembali ke tempat kami. Masih banyak hal yang bisa kami pelajari dan banyak manfaat yang bisa kami ambil, baik dari segi ilmu maupun praktiknya,” kata Letda Arya.
“Kami berharap kolaborasi dan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga pengetahuan yang sudah diberikan dapat dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan,” tandasnya.
Bagi TEP Peternakan IPB, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi pendekatan kolaboratif dalam mendukung pengembangan peternakan di kawasan transmigrasi.
Selain transfer pengetahuan, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong munculnya keterampilan baru dalam mengolah potensi lokal menjadi bahan yang memiliki manfaat dan nilai guna bagi peternakan.
Melalui kegiatan ini, TEP Peternakan IPB dan Yonif TP 801/NAY juga berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan lanjutan.
khususnya yang berkaitan dengan pengembangan pakan, pemanfaatan bahan lokal, kesehatan ternak, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha peternakan.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari langkah bersama untuk mendorong kemandirian pakan dan pengembangan peternakan yang lebih adaptif terhadap potensi serta kondisi wilayah Merauke.
Dengan pemanfaatan sumber daya lokal dan penguatan keterampilan praktis, inovasi yang diperkenalkan diharapkan dapat terus diterapkan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan. (Hidayatillah)
