MERAUKE, beritaviralid.com – Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2026, pemuda bersama tokoh adat Papua Selatan melaksanakan long march dengan rute start Libra dan finish di Lapangan Mandala Merauke, Kamis (24/9/2026).

Peserta long march anak muda menuju pertanian nasional membawa spanduk bertuliskan Anak Muda Papua Selatan Menuju Masa Depan pertanian.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan sektor pertanian di Papua Selatan.

Sekaligus dukungan masyarakat terhadap berjalannya Program Strategis Nasional (PSN) dan keterlibatan dalam PSN. Tidak semua anak muda menolak PSN.

Ketua Ikatan Pelajar Auyu Provinsi Papua Selatan, Paulus Padua Yimssi mengatakan, Papua Selatan memiliki potensi pertanian yang besar sehingga pemerintah perlu membuka ruang lebih luas bagi anak muda untuk terlibat.

“Pemerintah harus mendukung anak-anak Papua untuk terlibat dalam bidang pertanian. Kita punya tanah sendiri sehingga anak-anak muda harus diberi kesempatan untuk bekerja dan mengembangkan potensi di tanah kita sendiri,” ujarnya.

Dalam momentum Hari Tani Nasional, pemuda Papua Selatan menyampaikan delapan harapan kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Pertama, melibatkan pemuda secara nyata dalam perencanaan dan pelaksanaan program pertanian serta pembangunan daerah.

Kedua, membuka akses pendidikan dan pelatihan pertanian, termasuk teknologi, kewirausahaan, pengolahan hasil tani dan pemasaran.

Ketiga, memberikan akses yang adil terhadap lahan dan sarana produksi bagi pemuda yang ingin mengembangkan usaha pertanian.

Keempat, memperkuat akses permodalan dan pendampingan bagi petani muda serta kelompok usaha pertanian.

Kelima, menciptakan lapangan kerja lokal melalui pengembangan pertanian dan industri pengolahan hasil pertanian.

Keenam, melibatkan pemuda dalam pengawasan program pertanian agar pelaksanaannya transparan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Ketujuh, mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi agar pertanian menjadi sektor yang menarik dan produktif bagi generasi muda.

Kedelapan, memastikan masyarakat lokal dan pemuda mendapat ruang dalam pembangunan melalui dialog bersama pemerintah dan pemangku kepentingan.

Paulus berharap Hari Tani Nasional tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat peran petani dan generasi muda dalam membangun pertanian Papua Selatan.

Ia juga mengajak anak muda agar tidak hanya berorientasi menjadi ASN, tetapi berani melihat pertanian sebagai peluang untuk membangun kemandirian ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

“Jangan hanya melihat CPNS. Kita juga harus ikut berpartisipasi dalam bidang pertanian agar bisa maju dan bersaing dengan daerah lain,” tandas Paulus. (Jurnalis: Adlan / Redaktur: Hidayatillah)