MERAUKE, beritaviralid.com – Pemerintah Kabupaten Merauke meraih apresiasi pada capaian kategori implementasi program pembangunan 3 juta rumah serta implementasi pengelolaan sampah dan lingkungan asri.
Dua apresiasi nasional disabet Merauke dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Papua dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (28/9/2026).
Penghargaan berupa plakat dan bantuan diserahkan kepada Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Merauke, Martha Bayu Wijaya di Kantor Bupati Kabupaten Merauke, Jumat (2/10/2026) siang.
Setelah sebelumnya Asisten II Sekda Merauke bersama sejumlah kepala OPD mewakili Bupati Merauke hadir menerima penghargaan apresiasi Kemendagri di Royal Glass House Park Hyat Jakarta Senin lalu.
Adapun capaian kategori implementasi program 3 juta rumah, Merauke meraih peringkat pertama untuk kategori ibu kota provinsi.
Oleh karenanya, pemda Merauke diganjar bantuan berupa 300 unit program bedah rumah.
Selanjutnya, capaian kategori pengelolaan sampah dan lingkungan asri, Kabupaten Merauke meraih peringkat kedua regional Papua dan diganjar hadiah sebesar Rp 1,5 miliar.
Bupati Merauke, Joseph Bladib Gebze menuturkan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, masyarakat, BUMN, BUMD dan stakeholder.
“Ini bukan semata-mata dilakukan oleh pemerintah daerah sendiri tetapi juga dengan seluruh stakeholder melibatkan masyarakat. Kami juga berterimakasih kepada BUMN, BUMD yang ikut terlibat,” ucap putera daerah suku Marind ini.
“Misalnya, Bank Papua yang memberIkan kendaraan sebagai bentuk CSR kepada Pemda Merauke didua tahun yang lalu untuk mengangkut sampah. Juga BUMN lain seperti perbankan selama ini sudah menunjukkan kolaborasi bersama pemerintah daerah dalam rangka pengelolaan program stunting dan sebagainya,” sambung bupati.
Menurutnya, Pemda Merauke bersama masyarakat telah melaksanakan seluruh aktivitas pemerintahan, pelayanan pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat yang dituangkan dalam dokumen perencanaan.
Dengan demikian, keselarasan perencanan dan pelaksanaan program dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten Merauke terwujud.
Untuk sektor perumahan, Bupati menyebut, Pemkab Merauke telah membangun 104 rumah melalui APBD pada 2025 dibeberapa titik seperti Kimaam dan lainnya.
Kemudian, kembali membangun 100 rumah pada 2026.
Jumlah tersebut menjadi salah satu dasar penilaian pemerintah pusat terhadap implementasi program perumahan di Merauke.
“Hasil evaluasi pemerintah pusat, kami dinilai terbanyak untuk perumahan yang dibangun dengan sumber dana APBD,” ungkap Yoseph Bladib Gebze.
Selain APBD, pembangunan rumah yang dicanangkan Presiden RI juga didukung pengembang dan program CSR perusahaan yang hadir di Merauke.
Bupati merincikan, dua perusahaan telah meminta izin launching pembangunan rumah.
Satu perusahaan sudah selesai dengan pembangunan 100 unit rumah. Kedepan, akan menambah lagi pembangunan rumah sesuai rencana di Salor.
Dia mengakui, Pemkab Merauke kini diminta pemerintah pusat untuk memberikan data terkait program BSPS sekitar 1.200-an unit.
“Ini penting, kita harapkan semua masyarakat di Kabupaten Merauke itu bisa menikmati sandang, pangan, papan khususnya papan,” ungkap bupati.
Tak hanya itu, Pemkab Merauke juga diminta informasi data perumahan di kawasan kumuh.
Pemkab akan menetapkan terlebih dahulu kawasan kumuh untuk intervensi masuknya program.
Sekaligus menertibkan kawasan-kawasan tertentu yang butuh pendekatan lebih intens misalnya di Jalan Onggatmit, Gudang Arang rumah panjang di Pintu Air.
“Mudah-mudahan semua bisa berjalan dan itulah yang harus kita lakukan untuk memberikan kenyamanan, hunian yang layak kepada masyarakat kita di Kabupaten Merauke,” lugasnya.
Meski anggaran terbatas, Yoseph Bladib Gebze mengatakan, pembangunan perumahan akan terus dilaksanakan setiap tahun.
“Kita menargetkan setiap tahun ada program perumahan yang kita bangun untuk menjawab kebutuhan rumah masyarakat,” tandas Bupati Merauke. (Hidayatillah)
